Tata Kelola MBG Diperkuat, BGN Tegakkan Perpres 115/2025

JAKARTA, 3 APRIL 2026 — Tata Kelola MBG diperkuat melalui regulasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Perpres 115/2025 untuk memastikan transparansi harga, pengawasan publik, serta kewajiban penggunaan bahan pangan lokal di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemerintah menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan menjadi prioritas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama implementasi di lapangan.

Perintah Label Harga dan Gizi

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, secara resmi memerintahkan seluruh SPPG untuk mencantumkan label harga dan kandungan gizi pada setiap menu MBG.

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara MBG Talks di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026).

“Perintah kami yang terakhir kepada seluruh SPPG, wajib menerapkan label kandungan gizi dan harga pada setiap makanan yang diberikan,” ujar Sony, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa harga yang dicantumkan harus merupakan harga riil bahan pangan di pasar. Biaya operasional tidak boleh dibebankan pada harga bahan karena dukungan operasional rata-rata sebesar Rp3.000 per porsi telah dialokasikan terpisah.

“Enggak ada itu ongkos masak. Karena dukungan operasional sudah ada. Sehingga harga telur harus riil harga telur. Tidak boleh ada harga tenaga kerja,” tegasnya dalam forum yang sama.

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan membangun kepercayaan publik sekaligus mencegah praktik penurunan kualitas bahan oleh oknum mitra.

SPPG Disebut Garda Terdepan MBG

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa SPPG merupakan representasi langsung Program MBG di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

“SPPG adalah garda terdepan sekaligus representasi Program MBG di masyarakat. Apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat dari aktivitas SPPG akan membentuk persepsi publik terhadap program secara keseluruhan,” ujarnya, 8 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi publik yang baik menjadi kunci menjaga legitimasi kebijakan, mengingat MBG merupakan intervensi strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak sekolah dan kelompok rentan.

Perpres 115/2025 Wajibkan Prioritas Bahan Lokal

Penguatan Tata Kelola MBG juga merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Regulasi ini mengatur bahwa setiap SPPG wajib memprioritaskan bahan pangan dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa dapur MBG dapat ditutup apabila tidak mematuhi ketentuan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

“Kita tutup kalau tidak pakai bahan pangan lokal. Jadi, nutup dapur ini tidak hanya karena perkara KLB saja. Tidak pakai bahan pangan lokal juga akan kita tutup,” tegas Nanik, 3 Maret 2026.

Sebelumnya, dalam koordinasi bersama Forkompimda dan Kepala SPPG se-Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, Senin (26/1/2026), ia juga menekankan bahwa SPPG dilarang menolak pasokan dari UMKM maupun petani kecil secara semena-mena.

Dampak Ekonomi dan Pencegahan Monopoli

Kebijakan prioritas bahan lokal bertujuan memperkuat rantai pasok daerah sekaligus mencegah praktik monopoli. Dengan menyerap bahan dari pelaku usaha sekitar dapur, program MBG diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

BGN juga mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab dalam memastikan implementasi Perpres 115/2025 berjalan konsisten.

Pengawasan Publik Jadi Pilar Transparansi

Pencantuman label harga dan kandungan gizi membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat dapat membandingkan harga bahan dengan kondisi pasar setempat.

Jika terjadi ketidaksesuaian signifikan, laporan dapat disampaikan melalui kanal pengaduan resmi. Model ini dirancang untuk mencegah praktik penyimpangan sekaligus meningkatkan integritas mitra penyedia.

Dukungan dan Pengawasan dari Elemen Masyarakat

Ketua Umum Garda Bela Negara Nasional, Fahria Alfiano, menyatakan dukungannya terhadap penguatan Tata Kelola MBG berbasis regulasi.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi pada 2 April 2026, ia menilai transparansi dan kepatuhan terhadap Perpres 115/2025 menjadi fondasi keberhasilan program nasional tersebut.

“Kami mendukung penuh kebijakan transparansi harga dan prioritas bahan lokal. Jika ditemukan indikasi praktik tidak transparan atau penyimpangan di lapangan, kami akan melakukan investigasi dan melaporkan melalui kanal resmi,” ujarnya, 2 April 2026.

Menurutnya, sistem terbuka yang diterapkan BGN harus dijalankan konsisten agar tidak memberi ruang bagi praktik penurunan kualitas bahan pangan.

Menuju Tata Kelola MBG Berkelanjutan

Penguatan Tata Kelola MBG melalui regulasi BGN dan Perpres 115/2025 menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada distribusi makanan, tetapi juga integritas sistem.

Dengan transparansi harga, kewajiban bahan lokal, serta pengawasan publik, pemerintah berharap kualitas layanan MBG tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terus meningkat.

Ke depan, konsistensi implementasi dan partisipasi publik akan menjadi faktor kunci keberlanjutan program nasional ini.

 

Tim Redaksi Garda Bela Negara Nasional


 

Ketua Umum GBNN Soroti Masalah SPPG Anggota Diminta Ikut Mengawasi

Ketum GBNN Soroti Masalah Transparansi SPPG pada Program MBG BGN

JAKARTA, 3 APRIL 2026 — Ketua Umum GBNN menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). Ia meminta seluruh pihak mematuhi regulasi yang berlaku serta menginstruksikan pengawasan aktif terhadap dugaan praktik monopoli dan pelanggaran aturan di lapangan.

Program SPPG merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas gizi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, BGN menegaskan prinsip tata kelola yang bersih, akuntabel, dan bebas konflik kepentingan agar tujuan program berjalan optimal serta mendukung agenda nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Landasan Regulasi dan Penguatan Tata Kelola

Kewenangan BGN dalam merumuskan kebijakan, koordinasi, hingga pengawasan program pemenuhan gizi nasional diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Regulasi ini menjadi dasar operasional dalam memastikan setiap unit SPPG bekerja sesuai standar yang ditetapkan.

Selain itu, Peraturan BGN Nomor 8 Tahun 2025 mempertegas pengendalian benturan kepentingan di lingkungan kerja BGN. Aturan tersebut mengharuskan seluruh pejabat, pelaksana teknis, serta mitra kerja menjaga independensi dan tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Prinsip tersebut juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan yang melarang pengambilan keputusan dalam kondisi konflik kepentingan. Dengan demikian, seluruh proses pengadaan, distribusi, dan pengawasan harus berjalan transparan.

Larangan Monopoli dan Konflik Kepentingan

Dalam aspek pengadaan bahan pangan, pelaksanaan SPPG tetap tunduk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Beberapa praktik yang dilarang antara lain:

Praktik yang Tidak Diperkenankan
* Penunjukan pemasok tunggal tanpa mekanisme terbuka.
* Persekongkolan harga atau distribusi.
* Penetapan kerja sama secara tertutup tanpa prosedur transparan.
* Penghambatan partisipasi pelaku usaha lokal lain.

Regulasi ini bertujuan menjaga iklim usaha yang sehat sekaligus memastikan manfaat ekonomi program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.

Kewajiban dan Larangan Asisten Lapangan (Aslap)
Asisten lapangan memiliki peran strategis dalam mengawasi operasional SPPG. Mereka bertugas memastikan standar mutu dan tata kelola dijalankan sesuai ketentuan.

Kewajiban Aslap
1. Melakukan monitoring berkala terhadap distribusi dan kualitas bahan pangan.
2. Menyusun laporan objektif dan akurat.
3. Menjaga netralitas serta integritas dalam setiap pengambilan keputusan.
4. Mematuhi prinsip anti gratifikasi dan etika jabatan.
Larangan Tegas
1. Tidak boleh menjadi pemasok atau distributor bahan pangan.
2. Dilarang menerima komisi, imbalan, atau keuntungan pribadi.
3. Tidak diperkenankan mengarahkan kerja sama kepada pihak tertentu.
4. Dilarang menyalahgunakan kewenangan dalam bentuk apa pun.

Ketentuan ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara yang menegaskan standar etika dan profesionalisme aparatur.

Ketua Umum GBNN Instruksikan Pengawasan Aktif Anggota

Ketua Umum Garda Bela Negara Nasional, Fahria Alfiano, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program gizi nasional yang bersih dan akuntabel. Namun, ia mengaku menerima berbagai rumor terkait dugaan praktik monopoli dan pelanggaran lain dalam implementasi SPPG di sejumlah wilayah.

Ia menegaskan bahwa setiap informasi harus diverifikasi melalui pendalaman investigasi yang komprehensif di lapangan.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk ikut mengawasi segala bentuk pelanggaran aturan yang ada. Jika benar ditemukan pelanggaran, akan kami teruskan kepada pihak yang berkompeten untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, langkah pengawasan tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga integritas program strategis negara. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik yang merusak visi dan misi BGN dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Ketua Umum  GBNN juga mendorong agar seluruh unsur masyarakat, termasuk petani, pelaku UMKM, serta usaha lokal, dilibatkan secara adil dalam rantai pasok SPPG. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memberdayakan ekonomi daerah.

Transparansi dan Partisipasi Publik Jadi Pilar

Pengawasan internal BGN yang diperkuat partisipasi publik dinilai menjadi kunci menjaga kredibilitas program. Transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan mekanisme pencegahan terhadap penyimpangan anggaran dan konflik kepentingan.

Dengan sistem tata kelola yang terbuka, pengawasan berlapis, serta keterlibatan masyarakat, program SPPG diharapkan berjalan efektif dan berkelanjutan. Integritas pelaksana di lapangan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mewujudkan tujuan pemenuhan gizi nasional yang merata dan tepat sasaran.

Sumber : Humas Garda Bela Negara Nasional

Tantangan Dalam koordinasi Logistik Kemanusiaan

Tantangan Dalam koordinasi Logistik Kemanusiaan


Kegiatan Kebencanaan :
Informasi yang diterima untuk rekan-rekan yang berdomisil seputar Jabodetabek.

 

Halo teman-teman, PetaBencana.id ingin mengajak kamu yang berada di Jabodetabek dan sekitar (termasuk Cianjur) yang pernah dalam situasi bencana hingga membutuhkan bantuan logistik untuk mendaftar di kegiatan diskusi logistik massa yang akan dilaksanakan pada:

Hari Rabu, 22 November 2023
Pukul 09.00 WIB s.d. selesai
Tempat di Jakarta Timur.

Pendaftaran bisa dilakukan melalui paling lambat 12 November 2023.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan wawasan mengenai tantangan yang dihadapi dalam koordinasi logistik kemanusiaan.

Bagi peserta yang terpilih, akan dikirimkan pesan konfirmasi, dan penggantian transportasi akan diberikan bagi yang berada di Jabodetabek dan sekitar, termasuk Cianjur.

 

Sumber : Reynaldi (PetaBencana)


Bela Negara Adalah Cinta Tanah Air Implementasi Anak Bangsa

Bela Negara Adalah Cinta Tanah Air Implementasi Anak Bangsa


“Dengan menumbuhkan rasa persatuan dan tanggung jawab bersama, kesatuan dasar pertahanan negara menjamin negara tetap kuat dan tangguh dalam menghadapi kesulitan. Rasa cinta tanah airlah yang menyatukan seluruh elemen tersebut sehingga tercipta sistem pertahanan yang tangguh”

Lanjutkan membaca Bela Negara Adalah Cinta Tanah Air Implementasi Anak Bangsa

Tumbuhkan Persatuan Cinta Tanah Air, Ketum GBNN: Bela Negara

Tumbuhkan Persatuan & Rasa Cinta Tanah Air, Ketum GBNN :  Bela Negara !

Tumbuhkan Persatuan & Rasa Cinta Tanah Air, Melepaskan Semangat Penjaga Bangsa Kita, Bela Negara !!


GBNN, JAKARTA  || Di dunia yang serba cepat dan saling terhubung saat ini. Sudah satu keharusan menumbuhkan rasa persatuan dan cinta terhadap tanah air menjadi semakin penting. Garda Bela Negara Nasional  GBNN berdiri salah satu dasar bertujuan untuk melakukan hal tersebut.

Dengan mengedepankan Patriotisme, Merangkul Keberagaman Kebhinekaan, dan tetap Setia pada nilai-nilai yang terkandung dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mari kita akan mengeksplorasi berbagai aspek dan bagaimana GBNN bisa dapat mewujudkan harapan masyarakat yang lebih kuat bersatu dan harmonis. Apakah itu dilakukan bersama dengan Penyelenggara Negara maupun komunitas bahkan bersifat individu. Garda Bela Negara Nasional sebagai komponen potensi Pertahanan Rakyat Semesta.

Bersama GBNN berarti bersatu dalam cinta terhadap bangsa tercinta. Hal ini mendorong setiap Warga Negara Indonesia , apapun latar belakang atau keyakinannya, untuk memiliki rasa bangga dan syukur yang sama atas kekayaan dan keragaman tanah kita. Dengan perbedaan dan mendorong inklusivitas, GBNN membuka jalan menuju masyarakat yang lebih harmonis di mana suara setiap orang didengar dan dihormati.

Melalui GBNN, kita dapat melakukan kegiatan yang menumbuhkan rasa persatuan dan memiliki. Mulai dari inisiatif pengabdian masyarakat hingga acara menggelar kegiatan kepedulian sosial, melestarikan tradisi kebudayaan bangsa. GBNN memberikan kesempatan bagi warga untuk berkumpul, bertemu orang dari beberapa elemen masyarakat, dan menjembatani kesenjangan antar berbagai kelompok.

Dengan berperan setiap aktif berpartisipasi dalam kegiatan dalam kebersamaan kita . Tidak hanya memperdalam rasa keterhubungan dengan tanah air tetapi juga membangun persahabatan, persatuan kesatuan yang abadi yang melampaui lintas segala perbedaan.

Salah satu pondasi langkah GBNN adalah kesetiaan yang teguh terhadap Pancasila, ideologi fundamental dan falsafah hidup yang menjadi landasan bangsa kita. Sesuai moto yang di jadikan pegangan GBNN Setia, Tegas Berani terhadap nilai-nilai tersebut dalam tindakan dan perbuatan.

Ketua Umum DPP Garda Bela Negara Nasioanal ( GBNN ) mengajak masyarakat, khususnya Anggota GBNN, dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari hari. Dalam hal ini berkaitan dengan 4 Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Kepada Seluruh Anggota Garda Bela Nasional GBNN se nusantara, Saya perintahkan Implementasikan 4 Pilar Kebangsaa Kita dengan tindakan bukan hanya  dengan kata saja, jadilah contoh dan panutan” Tegas Ketum DPP GBNN.

Pancasila merangkum nilai-nilai keadilan, demokrasi, persatuan, dan kesejahteraan sosial. Semua itu sudah menjadi kewajiban kita untuk menjunjung prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila, kita memastikan bahwa tindakan dan keputusan berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945 adalah pada upaya mewujudkan masyarakat yang adil makmur dan merata untuk seluruh rakyat Indonesia.

Bersama GBNN, kita mempunyai kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang Pancasila dan signifikansinya dalam membentuk bangsa kita. Dengan memahami prinsip-prinsip inti dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, kita berkontribusi pada terwujudnya masyarakat yang adil dan harmonis. GBNN mendorong sering dilakukan sosialisasi, edukasi dan dialog seputar Pancasila, memungkinkan warga negara memperdalam pengetahuan dan komitmen terhadap nilai-nilai tersebut.

GBNN menyadari pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kesatuan bangsa kita. Hal ini bisa meningkatkan rasa Nasionalisme yang kuat dan mendorong warga negara khususnya Anggota GBNN.  Untuk terus dapat secara aktif terus menerus berkontribusi terhadap pelestarian dan pembangunan negara Indonesia. Dengan menjaga persatuan dan kedaulatan NKRI, kita menjamin masa depan yang sejahtera dan damai bagi generasi mendatang.

Gerakan Bela Negara dari GBNN harus bisa merangkul mendorong warga untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan bangsa. Baik melalui kegiatan sukarela, kewirausahaan, atau inisiatif dan kepedulian sosial.

Dengan bekerja sama mencapai tujuan bersama, kita memperkuat ikatan yang menyatukan kita sebagai sebuah bangsa. Untuk mengingatkan anggota GBNN bahwa kita semua adalah pemangku kepentingan dalam kemajuan dan perkembangan NKRI.

Berjalan  bersama gerakan GBNN bukan sekedar mengibarkan bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan atau seremonial dan slogan saja.  Tapi ini tentang menumbuhkan rasa cinta yang mendalam, Persatuan, dan tanggung jawab terhadap tanah air kita.

“Dan ingat bahwa kontribusi kita, sekecil apapun, dapat memberikan dampak yang signifikan,” tegas Ketum DPP GBNN

Dengan merangkul keberagaman, tetap setia pada nilai-nilai kita, dan secara aktif berkontribusi demi kemajuan bangsa. Kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah dan inklusif. Mari kita semua bersatu di bawah bendera panji pataka GBNN, mari bersama-sama kita membangun Indonesia yang lebih kokoh dan harmonis. Menjadi warga negara yang memiliki potensi pertahanan keamanan rakyat semesta.

GBNN diharapkan bisa menumbuhkan Persatuan dan Cinta Tanah Air, Memupuk Persatuan dan Cinta Tanah Air, Bersatu dalam Cinta untuk Bangsa Tercinta! Menjadi Anggota, Komunitas atau Kelompok Masyarakat yang memiliki yang siap kedepan menjadi bagian komponen  potensi pertahanan keamanan rakyat semesta. KETUA UMUM GBNN Tumbuhkan Persatuan & Cinta Tanah Air

WBN


#BELANEGARA

Tumbuhkan Persatuan & Cinta Tanah Air

Bela Negara

Bela Negara : Kobarkan Patriotisme Gelorakan Semangat Patriotik

Bela Negara : Kobarkan Patriotisme Gelorakan Semangat Patriotik, Memberdayakan dan Memperkuat Bangsa !


GBNN, Jakarta — Patriotisme adalah nyala api yang berkobar di hati masyarakat Indonesia. Ini adalah semangat yang mendorong persatuan, kekuatan, dan ketahanan. Salah satu organisasi yang berperan dalam mengobarkan api ini adalah Garda Bela Negara Nasional.Dengan komitmen teguhnya dalam memberdayakan bangsa, Garda Bela Negara Nasional berkomitmen menjadi mercusuar inspirasi. Untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya membela dan menjaga tanah air tercinta. Implementasikan Bela Negara.

Garda Bela Negara Nasional (GBNN) lebih dari sekedar organisasi; tapi merupakan gerakan yang bertujuan untuk mengobarkan api patriotisme dalam diri setiap warga negara Indonesia. Melalui berbagai program dan kegiatannya, Garda Bela Negara Nasional mendorong individu untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kedaulatan bangsa, keutuhan wilayah, dan warisan budaya. Dengan menanamkan rasa tanggung jawab terhadap bangsa, Garda Bela Negara Nasional memberdayakan masyarakat Indonesia untuk menjadi warga negara yang proaktif dan terlibat.

Keikutsertaan dalam kegiatan organisasdi Garda Bela Negara Nasional (GBNN) merupakan kesempatan bagi individu untuk menunjukkan kecintaannya terhadap negara. Mulai dari rencana program pelatihan yang meningkatkan ketahanan fisik dan mental hingga eukasi dalam bentukseminar yang memperdalam pemahaman nilai-nilai dan sejarah kebangsaan.

Garda Bela Negara Nasional (GBNN) membekali anggotanya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa. Penekanan organisasi pada kerja tim dan persahabatan menumbuhkan rasa memiliki dan persatuan yang kuat di antara para anggotanya, yang semakin memperkuat semangat patriotik.

Perjalanan Garda Bela Negara Nasional (GBNN) merupakan sebuah perjalanan inspiratif yang meninggalkan kenangan tak terhapuskan bagi bangsa. Melalui komitmennya yang teguh dalam memberdayakan masyarakat Indonesia. Organisasi ini telah memainkan peran penting dalam memperkuat rasa identitas dan kebanggaan bangsa. Dengan menyelenggarakan acara-acara yang merayakan budaya dan warisan Indonesia. Garda Bela Negara Nasional telah membantu melestarikan kekayaan tradisi negara, memastikan bahwa tradisi tersebut diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain itu, Garda Bela Negara Nasional juga berperan dalam menumbuhkan semangat persatuan dan solidaritas masyarakat Indonesia. Dengan mendorong partisipasi inklusif dan mendorong dialog. Organisasi ini menciptakan sebuah platform bagi warga dari semua lapisan masyarakat untuk berkumpul dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa.

Dimana upaya bersifat kolektif ini telah menghasilkan pengembangan ide dan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. Sehingga semakin mendorong bangsa ini menuju kemajuan dan kesejahteraan.

Garda Bela Negara Nasional hadir sebagai motor penggerak dalam membangkitkan semangat patriotik bangsa Indonesia. Melalui berbagai program dan kegiatannya, organisasi ini telah memotivasi individu untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kepentingan bangsa, memupuk rasa cinta tanah air yang mendalam. Ketika api patriotisme terus berkobar, Garda Bela Negara Nasional menjadi pengingat bahwa dengan bekerja sama, masyarakat Indonesia dapat menciptakan masa depan yang penuh dengan persatuan, kekuatan, dan ketahanan.

Ketua Umum Garda Bela Negara Nasional


Bela Negara : Kobarkan Patriotisme Gelorakan Semangat Patriotik / Bela Negara

https://gbnn.or.id/sejarah/

#BELANEGARA